How many people reading my blog?

Sabtu, 06 Juni 2015

NYONTEK : Terpaksa

Para bapak guru, ibu guru dan orangtua kita selalu mengingatkan kita untuk bersikap jujur dalam mengerjakan ulangan dan tidak menyontek.
Itu adalah saran yang sangat baik dan saya ingin selalu menerapkannya karena walaupun kita mendapatkan nilai bagus tetapi dengan menyontek rasanya tidak sepenuhnya senang ataupun bangga.

Ada juga pepatah yang orang-orang bilang "Menyontek adalah bibit dari koruptor". Saya tak tau itu benar atau tidak yang jelas koruptor itu tidak baik.


Menyontek ada 2 cara yaitu : Membawa catatan kecil berisi materi/ (kalau dia greget) bawa bukunya sekalian dan bertanya kepada teman.

Menyontek juga dapat dilaksanakan ataupun tidak dilaksanakan tergantung dengan pengawasnya, seberapa sering pengawasnya mundar-mandir, kapan pengawasnya pergi atau tidur, dll.

Tapi dibalik orang-orang yang menyontek ada sisi lain dan alasan mengapa mereka harus menyontek atau terpaksa menyontek. Saya akan bercerita dikit tentang opini saya.

Mengapa siswa-siswi sering banget menyontek?
Pendidikan kita (atau mungkin juga pendidikan luar) dan lingkungan kita mengajarkan bahwa kita sekolah harus mendapatkan nilai bagus, walaupun mungkin beberapa orang menyemangati siswa/ siswi lain dengan berkata "Yang penting sudah berusaha dan bersikap jujur".
Tapi akhir-akhirnya semuanya bertuju kepada nilai.

Naik kelas? Ditentukan oleh nilai
Dapat sekolah bagus? Ditentukan oleh nilai
Lulus sekolah? Ditentukan oleh nilai

Rata-rata semua yang penting di dalam sekolah ditentukan oleh nilai dengan berarti nilai kita harus bagus. Dan sepertinya pola pikir siswa dan siswi sekarang adalah 'pokoknya saya harus dapat nilai bagus'. Karena siapa? Siapa lagi kalo bukan pendidikan kita dan lingkungan yang membuat pola pikir kita seperti itu.

Saya tidak membela pemerintah ataupun siswa/siswi, saya sendiri siswi tetapi disini saya hanya menerangkan opini saya saja tentang mencontek.

Dikarenakan pola pikirnya sudah seperti itu,  siswa dan siswi menyontek agar nilainya bagus. Agar dia bisa naik kelas, agar dia tidak dimalu-maluin oleh guru atau teman-temannya.

Dan pastinya ada juga siswa/siswi yang belajar mati-matian dan bukan SKS (sistem kebut semalam) tetapi saat di ujian nilainya lebih kecil dibanding teman-temannya yang menyontek. Pasti ia kesal dan  nanti ujian berikutnya? Jika ia masih bersikap jujur (Alhamdulullah sekali) tapi kalau dia menyerah dan akhirnya menyontek?

Ada juga siswa/siswi yang sudah belajar sebaik mungkin lalu pas ujian ia sudah mengerjakan setengah dari soal, soal lain ia belum jawab dikarenakan bingung, terpaksa ia menyontek agar tidak dimarahi guru/ agar lembarnya tidak kosong.

Intinya adalah beberapa kasus menyontek di sekolah adalah karena TERPAKSA dan POLA PIKIRNYA sudah di set atau ditetapkan seperti itu.

Jika ingin masalah menyontek selesai, pemerintah/lingkungan harus membuat pola pikir para siswa/siswi itu berubah dan lebih menyemangati dia untuk bersikap jujur.

Bayangkan disaat UTS atau UAS. Ada 3 pelajaran yang harus kita kerjakan dalam satu hari, berarti 3 pelajaran itu harus kita pelajari juga sebelum ujian. Dan materi yang harus dihapalkan berlembar-lembar, apakah itu bukan beban bagi seorang siswa?

Bagaimana kalau pelajarannya Sejarah, Matematika, dan IPA. Berat bukan? Hafalan, Hitung-hitungan dan Rumus. Sebagian besar orang menyukai dan sangat pintar dalam hal itu, bagaimana yang tidak? Pasti ia terpaksa menyontek dan sebagianya.

Mungkin sekian opini saya tentang menyontek.
Mari siswa dan siswi lainnya, kita mencoba untuk lebih bersikap jujur ya dan sebisa mungkin,
mungkin kita tidak dapat bisa memuaskan semua guru atau orang tua tetapi yang penting kita sudah membuat diri kita puas dan bangga.

Terima kasih.

1 komentar:

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Sebenarnya alasan nyontek hanya satu tidak menguasai apa yang diujiankan. Ada siswa yang mampu menjalani semua ujian tanpa nyontek sekalipun.
    Alasan kenapa nyontek semakin tinggi intensitasnya karena siswa teralihkan oleh teknologi.
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    BalasHapus